Jagad~PUISI

puisi-KU~puisi-MU~puisi-QTA

Arsip Blog

  • ▼  2020 (2)
    • ▼  November (2)
      • PUGUH UTOMO | KESAKSIAN AKHIR ABAD (WS RENDRA) #Lo...
      • PUGUH UTOMO | KESAKSIAN AKHIR ABAD (WS RENDRA) #Lo...
  • ►  2010 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2009 (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)

Pengikut

home

home
Jagad-Sastra~beranda

home

home
Jagad-Beranda

motto

*dengan ILMU,
----------->ke-HIDUP-an menjadi MUDAH.
*dengan SENI,
----------->ke-HIDUP-an menjadi HALUS.
*dengan AGAMA,
----------->HIDUP menjadi ter-ARAH & ber-MAKNA.
___________________________________________
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ (H.A. Mukti Ali)

W.S. RENDRA

turut berdukacita

atas wafat-nya
budayawan~
W.S. RENDRA
(maestro-teater-Indonesia)

Senin, 02 November 2020

PUGUH UTOMO | KESAKSIAN AKHIR ABAD (WS RENDRA) #LombaVideoBacaPuisiRendr...

Diposting oleh Jagad-Kahiyangan di 18.50 Tidak ada komentar:

PUGUH UTOMO | KESAKSIAN AKHIR ABAD (WS RENDRA) #LombaVideoBacaPuisiRendr...

Diposting oleh Jagad-Kahiyangan di 18.48 Tidak ada komentar:
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

puisi~RAMEKAKAT

puisi~ANGAN -- karya; Lia-Desiana

puisi-KU~puisi-MU~puisi~QTA

Untuk Kita Renungkan
oleh; Jagad-Kahiyangan

* Bangunlah,
sebelum ayam jantan berkokok.
* Bekerjalah,
sebelum matahari terbit.
* Beristirahatlah,
ketika sang matahari
tepat di atas kepalamu.
* Selesaikanlah,
ketika sang matahari
mulai condong ke barat.
>>> dan .....
* Bereskanlah,
sebelum matahari terbenam.
>>> kemudian .....
* Tidurlah,
setelah semuanya beres
dan rencana esok hari sudah matang.
>>> "Syukur Kepada Allah".
---------------------------------------------------------------------
Jakarta, 21 Mei 2003
____________________________________________________________

BASI-BISA~mu
oleh; Jagad-Kahiyangan

Jika kamu marah.....
mulutmu bisa ber~BUSA
busa-mu bisa ber~BISA
bisa-mu sangat BASI
BASI-BISA~mu sangat berbahaya
jadi.....
berbahayakah KAMU.....?!
jika marah!
---------------------------------------------------------------------
Yogyakarta, 24 Mei 2000
____________________________________________________________

Sunyi
oleh; Jagad-Kahiyangan

Ketika aku merasa sendirian
Ketika kesunyian mengitari jiwaku
aku ingin sekali menuliskan
sebuah puisi 'ntuk lampiaskan
rasa-sunyi-ku itu
Tapi......
aku tak dapat wujudkan
semua itu
aku harus mulai dari mana
dan apa yang harus kutuliskan
Wahai .....
para cerdik cendekia
ajari aku,
bagaimana cara berpikir yang bijak
Wahai .....
para manusia ahli sastra
ajari aku,
bagaimana cara menulis.
---------------------------------------------------------------------
Jakarta, 28 April 2003
____________________________________________________________

Nyanyian Sudut Kota
oleh; Asmadi

Yang pertama ku-lihat,
adalah kelaparan yang mengaum.
Yang pertama ku-cium,
adalah bau sampah yang menombak.
Yang pertama ku-raba,
adalah tanah milik dewa.
Profesi-ku yang pertama
adalah me-ngemis,
meningkat jadi tukang smir sepatu.
Lalu,
jadi pengamen.
Kelebihan dan kekurangan-ku,
tak tanggal
tak tahun
tak bulan
tak tahu, hari lahir-ku.
Tak mahasiswa
tak berdarah
tak ber-KTP
tak ber-partai
Apa-apa tak.
---------------------------------------------------------------------
Yogyakarta, Januari 1992
____________________________________________________________

Surat Cinta
oleh; WS Rendra

Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
bagai bunyi tambur yang gaib,
Dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah,
Wahai, dik Narti,
aku cinta kepadamu!
Kutulis surat ini
kala langit menangis
dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam
bagai dua anak nakal jenaka dan manis
mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya,
Wahai, dik Narti,
kupinang kau menjadi istriku!
Kaki-kaki hujan yang runcing
menyentuhkan ujungnya di bumi,
Kaki-kaki cinta yang tegas
bagai logam berat gemerlapan
menempuh ke muka
dan tak kan kunjung diundurkan.
Selusin malaikat telah turun di kala hujan gerimis
Di muka kaca jendela
mereka berkaca dan mencuci rambutnya untuk ke pesta
Wahai, dik Narti
dengan pakaian pengantin yang anggun
bunga-bunga serta keris keramat
aku ingin membimbingmu ke altar
untuk dikawinkan
Aku melamarmu,
Kau tahu dari dulu: tiada lebih buruk
dan tiada lebih baik dari yang lain...
penyair dari kehidupan sehari-hari,
orang yang bermula dari kata
kata yang bermula dari kehidupan,
pikir dan rasa
Semangat kehidupan yang kuat
bagai berjuta-juta jarum alit
menusuki kulit langit: kantong rejeki dan restu wingit
Lalu tumpahlah gerimis
Angin dan cinta mendesah dalam gerimis.
Semangat cintaku yang kuta
batgai seribu tangan gaib
menyebarkan seribu jaring
menyergap hatimu yang selalu tersenyum padaku
Engkau adalah putri duyung tawananku
Putri duyung dengan suara merdu
lembut bagai angin laut,
mendesahlah bagiku!
Angin mendesah selalu
mendesah dengan ratapnya yang merdu.
Engkau adalah putri duyung
tergolek lemas
mengejap-ngejapkan matanya yang indah dalam jaringku
Wahai, putri duyung,
aku menjaringmu
aku melamarmu
Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
kerna langit
gadis manja dan manis
menangis minta mainan.
Dua anak lelaki nakal
bersenda gurau dalam selokan
dan langit iri melihatnya
Wahai, Dik Narti
kuingin dikau menjadi ibu anak-anakku!
_______________________________________________________


Lukaku
oleh; Entis-Sutisna

kugarami lukaku
ingin kurasakan perih yang dikabarkan burung
luka-luka menganga di delapan penjuru angin :
luka orang-orang yang terkapar sabtu pagi
tanggal dua puluh tujuh juli
luka orang-orang yang terpanggang
tanggal dua belas mei petang
luka dom
luka
ambon
luka poso
luka priok
luka irak
luka bosnia
luka palestina
luka afghanistan
luka kashmir
kabar dari angin :
luka-luka itu telah membusuk
menggerogoti seluruh organ
menyemaikan virus
menjalar ke setiap sudut :
meledak di bali
meledak di jakarta
meledak di batam
meledak di medan
meledak di palu
meledak di riyadh
meledak di checnya
meledak di moscow
meledak di new york

telah kusiramkan asam di atas lukaku
agar kurasakan sakit yang dihembuskan angin barat:
lukameulabohlukabireunlukabandaacehlukasibolgalukaalorlukanabire
lukaistrilukasuamilukaanaklukaibulukaayahlukakakaklukaadik
lukaburunglukabungalukapohonlukahutanlukalautlukagunung

aku rasakan pedih lukaku
tapi lukaku luka tergores duri
_______________________________________________________
(dari; 'Percik-Rasa')


Wanita Itu Adalah Ibuku

oleh; Entis-Sutisna


Wanita yang mendayung sampan

dengan sebelah lengan. sendiri

menebar jala diantara gelombang

mengais garam diantara badai

Dialah ibuku

Wanita yang menampung tetes demi tetes

air matanya dalam cawan anggur

menyimpan titik demi titik keringatnya

di lemari es

untuk anak-anaknya yang haus

Dialah ibuku

Wanita yang membakar mimpi-mimpi hidupnya

menghisap darah-nanah dari luka anak-anaknya

membasahi sajadah dengan air mata dan harapan

melontarkan do’a disetiap ujung malam

Wanita itu adalah ibuku




Keyakinan-Hati
oleh; Andromeda-Aji


Kadang aku bertanya
Apakah bahagia akan datang ?

Kadang aku menolak
dengan semua takdir yang digariskan untukku

Tapi ada satu keyakinan
yang membuat aku tegar dalam melangkah

Bahwa…
Tuhan akan memberiku
Pelangi di setiap badai
Senyum di setiap airmata
Berkat disetiap cobaan
Lagu indah disetiap helaian nafas
dan jawaban disetiap doa."
_______________________________________________________




sponsor




Your Ad Here